Judul : Sang Pemimpi
Pengarang : Andrea Hirata
Tahun terbit : 2006
Dalam novel
Sang Pemimpi, Andrea Hirata bercerita tentang kehidupannya di Belitong pada
masa SMA. Tiga tokoh utama dalam karya ini adalah Ikal, Arai dan Jimbron. Ikal
tidak lain adalah Andrea Hirata sendiri, sedangkan Arai adalah saudara jauhnya
yang menjadi yatim piatu ketika masih kecil. Arai disebut simpai keramat
karena dalam keluarganya ia adalah orang terakhir yang masih hidup dan ia pun diangkat
menjadi anak oleh ayah Ikal. Jimbron merupakan teman Arai dan Ikal yang sangat
terobsesi dengan kuda dan gagap bila sedang antusias terhadap sesuatu atau
ketika gugup. Ketiganya melewati kisah persahabatan yang terjalin dari kecil
hingga mereka bersekolah di SMA Negeri Manggar, SMA pertama yang berdiri di
Belitung bagian timur.
Demi
memenuhi kebutuhan hidup, Ikal dan Arai harus bekerja sebagai kuli di pelabuhan
ikan pada dini hari dan pergi ke sekolah setelahnya. Namun begitu, mereka tetap
gigih belajar sehingga selalu berada dalam peringkat lima teratas dari 160
murid di sekolahnya. Sekolah mereka merupakan SMA negeri pertama yang bergengsi
di Belitong, sebelumnya satu-satunya SMA yang terdekat berada di Tanjung
Pandan. Sekolah tersebut berada 30 kilometer dari rumah Ikal dan Arai sehingga
mereka harus menyewa kamar dan hidup jauh dari orang tua.
Selama masa
SMA, banyak kenakalan-kenakalan yang dilakukan oleh Arai dan Ikal. Mereka
pernah mengejek Pak Mustar saat upacara bendera di pagi hari sehingga Pak
Mustar marah dan mengejar mereka. Mereka juga pernah menyusup ke bioskop yang
tidak mengizinkan anak sekolah masuk untuk menonton film dewasa. Pak Mustar
mengetahui hal tersebut sehingga Arai dan Ikal diberi hukuman keesokan harinya.
Pada
akhirnya, Jimbron harus berpisah dengan Ikal dan Arai yang akan meneruskan
kuliah di Jakarta. Selama di Jakarta, mereka luntang-lantung mencari pekerjaan
namun akhirnya Ikal menjadi pegawai pos dan Arai pergi ke Kalimantan untuk
bekerja sambil kuliah. Ikal berhasil membiayai kuliahnya di Universitas
Indonesia hingga menjadi Sarjana Ekonomi, sedangkan Arai belajar biologi di
Kalimantan. Hidup mandiri terpisah dari orang tua dengan latar belakang kondisi
ekonomi yang sangat terbatas namun punya cita-cita besar, sebuah cita-cita yang
bila dilihat dari latar belakang kehidupan mereka, hanyalah sebuah mimpi.
Klik untuk download ebooknya
Download Ebook Sang Pemimpi

Posting Komentar